BOOK: Tujuh Petualang Mistik di Alam Jin

Posted in 23 November 2011
by DareDeviL


بسم الله الرحمن الرحيم


Tujuh Petualang Mistik di Alam Jin


Kategori:Buku
JenisSastra & Fiksi
Penulis:Adi Baskoro

Judul Buku : Sang Raja Jin; Menyingkap Rahasia Cincin Sulaiman
Penulis : Irving Karchmar
Penerbit : Kayla Pustaka (www.kaylapustaka.com)
Cetakan : Februari 2008
Tebal : 295 Halaman


Sinopsis:

Berbagi kisah dan kesan mendalam setelah memasuki mistisisme Islam
selalu menarik untuk disimak. Tengoklah kisah petualangan Reshad Feild
dalam The Last Barrier (Tabir Terakhir). Feild, seniman dan guru
spiritual ini menceritakan "perjalanan rohani" berada di negeri para
darwis dan bertemu dengan Syekh Hamid, seorang guru misterius yang
mengajarkan "napas kehidupan". Beragam peristiwa dan
pertemuan-pertemuan yang telah "digariskan" dijejaki Feild dalam
menggapai ruang kesejatian.

Ada pula kisah yang tak kalah menarik dari seorang keturunan
Yahud—anak korban Holocaust—bernama Irving Karchmar. Karchmar adalah
seorang penulis dan darwis dari Tarekat Sufi Nimatullahi. Berbeda
dengan Feild, Karchmar tidak saja mengisahkan pengalaman dirinya. Ia
menghadirkan keenam rekannya secara utuh dalam bukunya Master of the
Jinn: A Sufi Novel. Novel ini telah diterjemahkan dan diedit dengan
baik dalam bahasa Indonesia dengan judul Sang Raja Jin.

Sang Raja Jin berkisah tentang tujuh petualang mistik yang dilatari
sejarah tua peninggalan Nabi Sulaiman. Ketujuh petualang mistik ini
menjadi "retakan" penting yang terus dirawat dalam benak Ishaq. Mereka
adalah Ali, Rami, Rebecca, Kapten Simach, Profesor Freeman, Si Faqir,
dan Ishaq. Dalam novel ini Ishaq adalah seorang juru tulis yang terus
mendokumentasikan segala peristiwa yang terjadi. Ishaq tak lain adalah
Karchmar itu sendiri.

Latar kisah kenabian Sulaiman menjadi magnet yang misterius dan
mengundang rasa penasaran. Kisah Raja Sulaiman memang menyisakan
misteri berkepanjangan. Sampai saat ini harta karun peninggalan Nabi
Sulaiman masih dipertanyakan keberadaannya. Raja penguasa angin, dunia
binatang, jin, ilmu, dunia jin, ataupun kisah Ratu Sheba yang
melingkupi adalah kisah yang melegenda.

Konflik cerita bermula saat Kapten Simach menemukan silinder yang
terbuat dari emas berisi gulungan papirus bertuliskan huruf alfabet
Yahudi kuno. Temuan yang membuatnya gelisah ini memaksa Profesor
Freeman turut terlibat. Freeman mencoba menyibak misteri ini lewat
keahlian arkeologi purbanya. Namun, rasionalitas ilmuwan ini tak
sanggup untuk menerjemahkan teka-teki ini, hingga menyeret ketujuh
orang ini ke "jalan badai". Demikian sebutan Irving untuk menunjuk
sebagai jalan nyata yang harus ditempuh dan penuh ujian.

Sesungguhnya, petualangan berat yang menyeret ketujuh insan ini ke
kota purba yang sejaman dengan Sulaiman sarat kejutan, ketegangan, dan
hikmah yang dalam. Si Faqir, sang pemandu misterius, ternyata adalah
Ornias, jin-bertaring pencuri permata semasa Sulaiman. Jin yang nekat
menyamar sebagai seorang manusia. Inilah kejutan Karchmar pada
pembaca, sekaligus menyisakan pertanyaan: mungkinkah sosok jin bisa
menjelma menjadi manusia dan memandunya menuju "jalan cinta".

Kehadiran Syekh Haadi sebagai wali Qutb beserta ketujuh muridnya
memberikan cahaya terang di dunia jin—Kota Jinnistan dan reruntuhan
Tadmor. Dunia gelap penuh keputusasaan tempat Baalzeboul, Raja Jin
berpangku tangan, muncul setitik harapan, yakni ajakan bertobat lewat
"jalan cinta". Jalan ini bukan hanya milik manusia saja, namun semua
makhluk-Nya, termasuk jin (hlm. 261).

Barangkali bagi pembaca awam yang kurang memahami dunia tasawuf akan
sedikit terbantu mengenali tradisi ini lewat deskripsi penulis; baik
pada lembaran awal ataupun dalam glosari. Novel yang dimulai dari
halaman sepuluh ini disisipi taburan puisi ataupun kutipan-kutipan
bijak dari para sufi, filsuf, ataupun ayat-ayat suci. Dunia para
darwis atau sufi bisa Anda tangkap dari latar penggambaran Karchmar.
Lingkaran persaudaraan mistik kentara nampak pada lima lembar awal
novel ini. Tanpa sebuah basa-basi panjang, Karchmar segera mengajak
pembaca mengenali dunia para darwis. Novel ini memiliki prolog pendek
dan mengundang rasa penasaran yang mendalam: misteri.

Novel ini tak dikhususkan bagi pencinta sufisme. Pesan-pesan universal
tentang "jalan cinta" adalah benang merah yang ingin sampaikan Irving
kepada siapa pun. Novel sufistik ini menawarkan sejarah kenabian
Sulaiman dan sastra yang dijahit dalam latar nuansa modern. Pendeknya
ada tiga kata untuk menggambarkan novel ini, yakni fantasi,
mistisisme, dan petualangan yang menegangkan. Pesan-pesan universal
juga bisa menggugah kehidupan pembaca. Lepas dari semua itu, kabarnya
novel ini berasal dari pengalaman pribadi Karchmar sebagai seorang
darwis yang "nyantri" dalam tarekat sufi Nimatullahi.

Sang Raja Jin mengingatkan pada kisah The Lord of The Rings karya
J.R.R. Toelkien tentang cincin sakti yang diperebutkan. Cincin yang
memiliki kekuatan dan dapat menguasai dunia dan umat manusia. Demikian
pula pada cincin Nabi Sulaiman. Cincin putra Nabi Daud ini diyakini
bisa menguasai dunia jin dan menggenggam dunia. Hanya kematian-lah
yang tak bisa dijamah cincin tersebut.

Dua novel lainnya seperti Alchemist karya Paulo Coelho atau Celestine
Prophecy juga mengingatkan saat menyimak Sang Raja Jin. Alchemist yang
berlatar kisah mistik gurun dan The Celestine Prophecy tentang
pencarian manuskrip kearifan mistik di Amerika Selatan. Ada pula yang
menyandingkan novel ini dengan The da Vinci Code, karena sarat
teka-teki.
 

ref : http://www.kaskus.us/member.php?u=30516